ReFil #01 : Maleficent Akhirnya Punya Kaumnya Sendiri!

Beberapa bulan yang lalu, trailer film Maleficent 2 rilis di youtube Disney. Sempet kaget karena nggak nyangka bakal ada kelanjutannya. Padahal, menurut aku ya, dari film pertamanya tuh gak ada tanda-tanda "kelanjutan" ceritanya. Tapi, gak masalah juga, toh film yang kedua ini, Maleficent : Mistress of Evil, bagus banget buat di tonton! Aku bakal nge-review ala aku ya! Inget, ala aku.

Kita mulai dari trailer-nya dulu ya. Menurut yang aku liat, sebelum nonton filmnya lho ya, permasalahan terjadi karena Aurora mau menikahi Prince Philips dan hal tersebut gak disetujui oleh ibu tiri Aurora, yaitu si Male. Kalo kita liat di video-nya, Male bilang, "Love doesn't always end well, beasty." Bisa keliatan kan, Male gak sepenuhnya percaya dengan cinta antara Aurora dan Philips. Ya, gara-gara masa lalunya sama si Stephan kali ya. Male jadi takut juga dengan percintaan.

Lanjut, si Philips. Bukan lampu lho ya. Si Philips operasi plastik. Alias orang yang jadi peran Philips diganti. 
Ini Philips di film pertama.
Ini Philips di film kedua.
Apa ini yang menyebabkan Male gak setuju? Karena beda orang? Gak deng, bercanda. 

Sebenarnya ini bukan point penting sih, cuman kemarin sehabis nonton yang kedua, aku coba rewatch lagi film pertamanya dan baru ngeh kalo beda orang. Tapi, menurutku ya, Philips kedua lebih dapet perannya. Mungkin karena dialognya lebih banyak dan lebih berperan juga kali ya.

Nah, keluarga Philips. Mamanya. Keliatan jahat ya di film? Keliatan kan siapa antagonisnya? Iya, dia. Tapi, awalnya aku gak tahu alasannya. Jadi, pertama kali aku lihat belum bisa aku simpulkan kalau dia tuh si peran jahatnya.

Male ketembak jatuh ke laut. Iya. Terus, dia ketemu dengan bangsanya. 
Dia ada di video trailer-nya. Mirip Male. Maksudnya, jenis fairy-nya. Seperti yang dibilang asistennya si Ratu (Mamahnya Phillips), "There was another creature."

Finally, filmnya!

Film dibuka dengan adegan dimana ada 3 orang manusia yang masuk ke wilayah Moors. Mereka berusaha ngambil ya sesuatu yang bisa dijual dengan harga tinggi. Karena 'sesuatu' itu kabur, salah satunya ngejar sampe ke makam para kaum Male, aku lupa namanya hahaha. Ada bunga gitu pokoknya, nah, si bunga ini bakal jadi senjata yang dipake sama musuh karena gak sengaja pas si orang ini lolos, bunganya kebawa dan tanpa sengaja ada di tangan orang misterius yang tinggal di kastil keluarga Philips. Sedangkan, dua orang yang tertinggal, tertangkap oleh kaum Male. Bunga ini penting banget menurutku dalam alur cerita film ini. Kalau bunganya gak dijelasin dari awal, kayaknya bingung juga gitu tiba-tiba muncul senjata rahasia.

Selanjutnya, sama seperti di trailer, adegan Aurora dilamar sama Philips. Male gak setuju, tapi akhirnya dia dateng ke makan malam keluarga, jadi sengaja di undang sama Mamanya Philips. Nah, awal mula kejadian inti tuh di sini. Kayak, klimaksnya gitu. Jadi, mama Philips nih mulutnya ember banget, cocok jadi provokator. Makannya kenapa di trailer-nya si Male marah kan? Ya, gitu, ada pemicunya.

Gara-gara masalah itu terpecahlah ibu dan sang anak. Si ibu ditembak, jatuh ke laut, dan di tolong oleh seseorang. Akhirnya, kaum Male terungkap! Dan ternyata, si Male tuh special! Dia punya kekuatan yang gak ada satu pun kaum Male bisa. Ibarat Ratu-nya kaum itu. Dia bisa berubah bentuk jadi kayak dragon but not dragon. Mirip dikitlah.

Di film ini, yang aku lihat, Male gak terlalu disorot banget. Lebih ke, mamanya Philips, gimana dia jadi jahat dan rencanain kejahatan-kejahatan yang bikin semua orang salah paham sama dunia peri, Male, dan Moors. Aurora juga sampai ya tergoda, tapi gak lama. Karena dia udah keburu mencium bau-bau walang sangit yang ada di mamanya Philips. Soalnya, kalau yang aku rasain tuh lebih condong ke kerajaan dibanding Male dan kaumnya.

Di ujung cerita, nanti ada peperangan antara kaum Male sama manusia, kerajaan mama Philips. Yang bikin greget tuh ada senjata mematikan yang bisa membunuh para peri, seperti yang aku bilang tadi, terbuat dari bunga yang merupakan kayak fosil para kaum Male. Jadi, di bunga itu ada kekuatan perinya. Aku baru tau ternyata kalau peri itu tumbuhan yang ada di sekitar kita. Jadi, kayak si pengawal yang dari kayu itu, dia kalau kena senjata berbahaya ini berubah jadi pohon dong! Tapi, mati. Gak bergerak, bicara, jadi benda mati. Sedih banget. Aku sampai pengen ngambil peran juga buat ngalahin si mama Philips. Tapi gak jadi. Soalnya mama Philips pun punya alasan yang menurut aku jelas-jelas aja dia sebenci itu sama kerajaan Moors dan seisinya. Walaupun kayaknya, kalau ada pertolongan lebih awal, aku yakin Male 2 ini gak akan difilmkan, karena tokoh antagonisnya udah insaf duluan.

Overall, aku sangat menikmati sekali film ini. Ada beberapa adegan lucunya, antara Diaval, si gagak, dan Male. Selalu ngakak aja liatnya hehe. Ceritanya juga udah bagus, gak nyangka bakal ada senjata rahasia, kaum Male, dan kekuatan Male yang sama sekali gak ada sedikitpun dari cerita film yang pertama. Animasi, sound-nya juga bagus banget. Mata tuh gak gatel liat animasinya hahaha. Karena emang sebagus itu. Buat yang matanya minus kayak aku, nonton Male tuh dunia jadi jernih, penuh warna dan juga kayaknya tempat-tempatnya tuh bagus banget kalau emang ada di dunia nyata. Cocok buat para pecinta foto-yang-buat-ngerapihin-feeds-instagram-kalian atau foto-yang-buat-dipamerkan-di-feeds-instagram-kalian.

Ohiya, minus-nya, aku masih gak paham kenapa si Male dari kecil sendirian? Orang tuanya kemana? Kenapa cuman dia yang punya kekuatan "itu"? Kenapa dia keturunan terakhirnya? Dan, cuman 2 jam kurang. Aku sayang duid ku huhu. 

Kalau ada yang belum nonton, nonton aja! Bagus kok. Aku juga gak nyesel nontonnya. Ending-nya pun *****. Maaf, nanti takutnya spoiler huhu.

4,6/5,0. Cocok ditonton buat yang udah nonton season pertamanya, ya! Hahahaha..

Selanjutnya, pengen banget review Frozen 2!






Komentar